Prodi MPI STAI Hasan Jufri Bawean Menggelar Kuliah Tamu di Awal Masuk Kuliah Pasca Libur Ramadhan 1444 H

Mengawali masuk kuliah pasca libur panjang selama bulan suci Ramadhan 1444 H tepatnya pada hari Rabu, tanggal 3 Mei 2023 di Kampus STAIHA Bawean Lantai 3. Prodi MPI STAI Hasan Jufri Bawean menggelar Kuliah Tamu bagi mahasiswa Prodi MPI semester 4 dengan menghadirkan narasumber dari Malang yakni Bapak Mahrus, M.Pd yang juga menjabat sebagai Kaprodi MPI STAI NU Malang. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan oleh Kaprodi MPI STAI Hasan Jufri Bawean, kemudian pemaparan materi oleh narasumber dan diskusi interaktif dengan mahasiswa serta ditutup dengan do’a dan foto Bersama.

Kegiatan ini dilakukan selain sebagai salah satu bentuk implementasi dari MoU antara MPI STAI Hasan Jufri Bawean dengan MPI STAI NU Malang, juga merupakan sebuah inovasi atau terobosan baru yang akan ditindaklanjuti dan dipertahankan di tiap semesternya, karena mengingat begitu penting dan butuhnya semangat dan motivasi baru, pengetahuan dan wawasan baru dari pengalaman para Dosen/ Peneliti/ Praktisi dari eksternal kampus yang akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa MPI STAI Hasan Jufri Bawean untuk tetap selalu menjaga dan meningkatkan motivasi belajarnya.

Kegiatan kuliah tamu kali ini mengangkat tema ”Urgensi manajemen pendidikan Islam dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam”, yang dalam kesempatan ini narasumber menyampaikan bahwa di Indonesia, untuk mewujudkan pendidikan bermutu, sejak era tahun 1990 pemerintah mulai memberikan perhatian pada upaya pergeseran orientasi pembaharuan pendidikan dengan lebih menfokuskan pada penataan manajemen pendidikan ini, terutama penguatan manajemen sekolah. Bahkan di negara yang lebih maju, jauh sebelum itu perhatian pada perlunya manajemen pendidikan dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan sudah dilakukan.

Namun berbeda dengan teori manajemen pendidikan barat, bahwa manajemen pendidikan Islam mempunyai konsentrasi dengan mendasarkan kajiannya pada sumber utama Al Qur’an, As Sunah, dan pemikiran dari tokoh Islam terdahulu. Sekalipun bentuknya masih beragam, namun ada harapan besar untuk melahirkan ilmu manajemen pendidikan yang lebih memiliki nilai moral dan etika, sebagaimana cita-cita melahirkan ilmu keislaman, sehingga dalam mengembangkan sekaligus meningkatkan mutu lembaga pendidikan Islam diharapkan benar-benar berlandaskan keilmuan islam. Selain itu Narasumber juga menyampaikan bahwa dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu Lembaga pendidikan Islam dibutuhkan setidaknya 5 komponen penting yakni: Leadership, Curriculum, Teacher Qualification, Fasility dan Badget.

 108 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *